MATERI BIOLOGI

  • BIOLOGI PPT

    Materi Biologi (Bioteknologi, Fisiologi, Evolusi, Lingkungan, Keanekaragaman, Mikrobiologi) dikemas dalam bentuk powerpoint sehingga lebih ringkas dan mudah dipahami.

    Read More
  • Aturan Penulisan Skripsi

    Skripsi merupakan karya monumental yang bersifat resmi, sehingga dalam penyusunannya harus mengacu pada aturan baku. Disini disajikan aturan baku tersebut secara general yang digunakan oleh Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

    Read More
  • MANCHESTER UNITED ZONE

    tentang Manchester United Football Club (Sejarah terbentuknya, Arti lambang/emblem, Galeri foto kemenangan di Liga Premier Inggris dan Piala FA) serta membahas Sir Alex Ferguson sebagai manager legendaris Man. Utd.

    Read More
  • Republic of INDONESIA

    Guna memelihara dan memupuk rasa nasionalisme untuk INDONESIA, disini disajikan pengetahuan umum tentang Pancasila, Pembukaan UUD45, Sumpah Pemuda, Garuda.

    Read More
Showing posts with label BATANG. Show all posts
Showing posts with label BATANG. Show all posts

Sunday, March 8, 2015

Percabangan Pada Batang

Batang tumbuhan ada yang bercabang ada yang tidak. Batang tidak bercabang kebanyakan dari golongan monokolit (monocotiledoneae) misalnya jagung (Zea mays L.). Umumnya batang memperlihatkan percabangan, baik banyak maupun sedikit. Cara percabangan batang dibedakan menjadi:
  1. Percabangan Monopodian, jika batang pokok selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya. Misalnya pada pohon Cemara (Casuarina equisetifolia L.).
  2. Percabangan Simpodial, jika batang pokok sulit ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin lalu menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya. Misalnya pada Sawo Manila (Achras zapota L.).
  3. Percabangan Menggarpu/Dikotom, jika batang menjadi dua yang sama besar. Misalnya pada Paku Andam (Gleichenia linearis Clarke.).


Cabang yang besar yang biasanya langsung keluar dari batang pokok disebut dahan (ramus), sedangkan cabang-cabang yang kecil disebut ranting (ramulus).

Sifat cabang batang suatu tumbuhan dibedakan menjadi:
  1. Geragih (flagellum, stolo), yaitu cabang-cabang kecil panjang yang tumbuh merayap, dan dari buku-bukunya ke atas keluar tunas baru dan ke bawah tumbuh akar-akar. Tunas pada buku-buku ini beserta akar-akarnya masing-masing dapat terpisah menjadi suatu tumbuhan baru. Cabang yang demikian dibedakan menjadi:
    1. Cabang Merayap ke Atas Tanah, misalnya pada daun Kaki Kuda (Centella asiatica Urb.)
      dan Arbe (Fragraria vesca L.).
    2. Cabang Merayap ke Dalam Tanah, misalnya teki (Cyperus rotundus L.)
      dan Kentang (Solanum tuberosum L.).
  2. Wiwilan/Tunas Air (virga singularis), yaitu cabang yang biasanya tumbuh cepat dengan ruas-ruas yang panjang, dan seringkali berasal dari kuncup yang tidur atau kuncup-kuncup liar. Misalnya pada Kopi (Coffea sp.) dan pohon Coklat (Theobroma cacao L.).
  3. Sirung Panjang (virga), yaitu cabang-cabang yang biasanya merupakan pendukung daun-daun, dan mempunyai ruas-ruas panjang. Pada percabangan ini tidak pernah dihasilkan bungan, sehingga disebut cabang mandul (steril).
  4. Sirung Pendek (virgula/virgula sucrescens), yaitu cabang-cabang kecil dengan ruas-ruas pendek yang selain daun biasanya merupakan pendukung bunga dan buah. Cabang ini dapat menghasilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan, sehingga disebut cabang subur (fertil).


Cabang-cabang dapa suatu tumbuhan biasanya membentuk sudut tertentu dengan batang pokoknya. Bergantung pada besar kecilnya tersebut, arah tumbuh cabang dibedakan menjadi:
  1. Tegak (fastigiatus), jika sudut antara batang dengan cabang sangat kecil, sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit serong ke atas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokoknya. Misalnya wiwilan pada Kopi (Coffea sp.).
  2. Condong ke Atas (patens), jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut 450. Misalnya pada pohon Cemara (Casuarina equisetifolia L.).
  3. Mendatar (horizontalis), jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut 900. Misalnya pada pohon Randu (Ceiba pentandra Gaertn.).
  4. Terkulai (declinatus), jika cabang pada pangkalnya mendatar, tetapi ujungnya melengkung ke bawah. Misalnya pada Kopi Robusta (Coffea robusta Lindl.).
  5. Bergantung (pendulus), jika cabang tumbuhnya ke bawah. Misalnya pada Salix.

Menurut panjang pendeknya umur, tumbuhan dibedakan menjadi:

  1. Tumbuhan Anual (annuus), yaitu tumbuhan yang umurnya pendek, kurang dari satu tahun. Untuk menunjukkan sifat ini, biasanya dicantumkan tanda ʘ di belakang nama tumbuhannya. Misalnya pada tanaman palawija seperti Jagung (Zea mays L.), Kedele (Soya max Piper), dan Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.).
  2. Tumbuhan Bienial (biennis), yaitu tumbuhan yang mempunyai umur 2 tahun (mulai hidup sampai menghasilkan biji). Untuk menunjukkan sifat ini, biasanya dicantumkan tanda ʘʘ di belakang nama tumbuhannya. Misalnya pada Biet (Beta vulgaris L.) dan Digitalis (Digitalis purpurea L.).
  3. Tumbuhan Menahun/Keras, yaitu tumbuhan yang dapat hidup bertahun-tahun (mungkin juga ratusan tahun). Untuk menunjukkan sifat ini pada golongan pohon dan semak diberi tanda ʑ, misalnya pohon Kelapa (Cocos nucifera L.)
    sedangkan untuk golongan
    terna (herba) diberi tanda X. Terna umur panjang biasanya mempunyai bagian di bawah tanah yang selalu hidup walaupun bagian yang di atas tanah telah mati, misalnya Empon-empon (Zingiberaceae), seperti Zingiber cassumunar Roxb.

.

Thursday, March 5, 2015

Arah Tumbuh Batang

Batang tumbuhan dikatakan tumbuh ke arah cahaya, meninggalkan tanah. Tetapi arah tumbuh batang tanaman mempunyai variasi, yaitu:

  1. Tegak Lurus (erectus), jika arah tumbuhnya lurus ke atas. Misalnya pada Pepaya (Carica papaya L.).
  2. Menggantung (dependens/pendulus), untuk tumbuhan yang tumbuh pada lereng-lereng atau tepi jurang. Misalnya pada Zebrina pendula Schnitzl.
    Atau tumbuhan yang hidup di atas pohon sebagai epifit. Pada jenis Anggrek (Orchidaceae) tertentu misalnya Aerides odorata.
  3. Berbaring (humifusus), jika batang terletak pada permukaan tanah, hanya ujung batang saja yang sedikit membengkok ke atas. Misalnya pada Semangka (Citrullus vulgaris Schrad.).
  4. Menjalar/Merayap (repens), seperti pada batang berbaring, tetapi buku-buku keluar akar-akar. Misalnya pada Ubi Jalar (Ipomoea batatas Poir.).
  5. Serong ke Atas/Condong (ascendens), jika pangkal batang seperti hendak berbaring, tetapi bagian lainnya membengkok ke atas. Misalnya pada Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.).
  6. Mengangguk (nutans), jika batang tumbuh tegak lurus ke atas, tetapi ujung batang membengkok kembali ke bawah. Misalnya pada Bunga Matahari (Helianthus annuus L.).
  7. Memanjat (scandens), jika batang tumbuh ke atas dengan penunjang (benda mati atau tumbuhan lain) menggunakan:
    • Akar Pelekat, misalnya pada Sirih (Piper betle L.).
    • Akar Pembelit (sulur dahan), misalnya pada Anggur (Vitis vinifera L.).
    • Daun Pembelit (sulur daun), misalnya pada Kembang Sungsang (Gloriosa superba L.).
    • Tangkai Pembelit, misalnya pada Kapri (Pisum sativum L.).
    • Duri, misalnya pada Mawar (Rosa sp.),
      dan Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd.).
    • Daun Duri, misalnya pada Rotan (Calamus caesius Bl.).
    • Kait, misalnya pada Gambir (Uncaria gambir Roxb.).
  8. Membelit (volubilis), jika batang naik ke atas menggunakan penunjang seperti pada batang yang memanjat, tetapi tidak menggunakan alat-alat khusus melainkan batangnya sendiri naik dengan membelit penunjangnya. Arah pembelitannya dibedakan menjadi:
    • Membelit ke Kiri (sinistrorsum volubilis), jika dilihat dari atas arah belitannya berlawanan dengan arah jarum jam. Sehingga jika jalannya batang diikuti, maka penunjang akan selalu berada di sebelah kiri. Misalnya pada Kembang Telang (Clitoria ternatea L.).
    • Membelit ke Kanan (dextrorsum volubilis), jika arah belitan sama dengan arah jarum jam. Sehingga jika jalannya batang diikuti, maka penunjang akan selalu berada di sebelah kanan. Misalnya pada Gadung (Dioscorea hispida Dennst.)

Bentuk Batang Tumbuhan

Tumbuhan dikotil (dicotyledoneae) umumnya mempunyai batang yang di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin kecil, jadi batangnya dapat dipandang sebagai suatu kerucut atau limas yang sangat panjang, dengan cabang ataupun tidak. Tumbuhan nomokotil (monocotyledoneae) mempunyai batang yang dibagian pangkal sampai ujung dapat dikatakan sama besarnya. Hanya pada beberapa golongan saja yang pangkalnya tampak membesar tetapi kemudian ke atas tetap sama, seperti pada Palma (Palmae) misalnya pohon Kelapa (Cocos nucifera L.).

Jika berbicara tentang bentuk batang, biasanya yang dimaksud adalah bentuk batang pada penampang melintangnya.

Bentuk Batang Menurut Bentuk Penampangnya


  1. Bulat (teres). Misalnya pada Bambu (Bambusa sp.) dan Kelapa (Cocos nucifera L.).
  2. Bersegi (angularis). Kemungkinan batang bentuk bersegi adalah:
    1. Bangun Segi Tiga (triangularis). Misalnya pada Teki (Cyperus rotundus).
    2. Bangun Segi Empat (quadrangularis). Misalnya pada Markisah (Passiflora quadrangularis L.),
      dan Iler (Coleus scutellarioides Benth.).
  3. Pipih. Batang bentuk pipih biasanya melebar menyerupai daun dan mengambil alih fungsi daun. Kemungkinan batang bentuk pipih adalah:
    1. Filokladia (phyllocladium), jika sangat pipih dan pertumbuhannya terbatas. Misalnya pada Jakang (Muehlenbeckia platyclada Meissn.).
    2. Kladodia (cladodium), jika terus tumbuh dan ada percabangan. Misalnya pada Kaktus (Opuntia vulgaris Mill.).


Batang Menurut permukaannya

  1. Licin (laevis). Misalnya pada Jagung (Zea mays L.).
  2. Berusuk (costatus), jika pada permukaan batang terdapat rigi-rigi. Misalnya pada Iler (Coleus scutellarioides Benth.).
  3. Beralur (sulcatus), jika membujur batang terdapat alur-alur yang jelas. Misalnya pada Cereus peruvianus (L.) Haw..
  4. Bersayap (alatus), biasanya pada batang bentuk bersegi, tetapi sudut-sudutnya terdapat pelebaran tipis. Misalnya pada Ubi (Dioscorea alata L.).
  5. Berambut (pilosus). Misalnya pada Tembakau (Nicotiana tabacum L.).
  6. Berduri (spinosus). Misalnya pada Mawar (Rosa sp.).
  7. Ada Berkas-berkas Daun. Misalnya pada Pepaya (Carica papaya L.)
    dan Kelapa (Cocos nucifera L.).
  8. Ada Berkas-berkas Daun Penumpu. Misalnya pada Nangka (Artocarpus integra Merr.),
    dan Keluwih (Artocarpus communis Forst.).
  9. Ada Lentisel. Misalnya pada Sengon (Albizzia stipulata Boiv.).
  10. Lepasnya Kerak (bagian kulit yang mati). Misalnya pada Jambu Biji (Psidium guajava L.)
    dan Kayu Putih (Melaleuca leucadendron L.).

Recent Posts