Daun Majemuk (Folium Compositum)

Posted by Unknown on Wednesday, March 04, 2015 with 5 comments
Pada daun pada berbagai jenis tumbuhan memperlihatkan bahwa:
  • Pada tangkai daun hanya terdapat 1 helaian daun disebut Daun Tunggal (folium simplex).
  • Tangkainya bercabang, helaian daun terdapat pada cabang tangkai, sehingga 1 tangkai terdapat lebih dari 1 helaian daun, disebut Daun Majemuk (folium compositum).

Suatu daun majemuk dapat dipandang berasal dari daun tunggal yang bertoreh dalam, sehingga bagian daun di antara toreh-toreh tersebut terpisah satu sama lain dan masing-masing merupakan suatu helaian kecil tersendiri. Bagian-bagian daun majemuk

  1. Ibu Tangkai Daun (patiolus communis), yaitu bagian daun majemuk yang menjadi tempat duduknya helaian-helaian anak daun (foliolum). Ibu tangkai daun dapat dipandang merupakan penjelmaan tangkai daun tunggal ditambah ibu tulangnya, sehingga kuncup ketiak terletak di atas pangkal ibu tangkai pada batang.
  2. Tangkai Anak Daun (petiololus), yaitu cabang-cabang ibu tangkai daun yang mendukung anak daun. Dapat dianggap sebagai penjelmaan pangkal suatu tulang cabang pada daun tunggal, sehingga di dalam ketiaknya tak pernah terdapat kuncup.
  3. Anak Daun (foliolum), merupakan bagian helaian daun yang karena dalam dan besarnya toreh menjadi terpisah-pisah. Anak Daun pada daun majemuk lazimnya mempunya tangkai pendek atau hampir duduk pada ibu tangkai, misalnya pada daun Selderi (Apium graveolens L.). Terkadang anak daun mempunyai tangkai yang cukup panjang dan terlihat jelas, misalnya pada daun Mangkokan (Nothoponax scutellarium Merr.).
  4. Upih Daun (vagina), yaitu bagian di bawah ibu tangkai yang lebar dan biasanya memeluk batang, misalnya pada daun Pinang (Areca catechu L.).

Pada pangkal ibu tangkai daun majemuk atau di dekat pangkal ibu tangkai dapat pula ditemukan sepasang daun penumpu yang:
  • berupa 2 daun kecil melekat pada kanan kiri pangkal ibu tangkai daun, misalnya pada daun Mawar (Rosa sp.)
  • berupa 2 daun yang lebar dan ikut sebagai alat untuk berasimilasi, misalnya pada daun Kacang Kapri (Pisum sativum L.).

Daun majemuk dapat dikemukakan bahwa:
  1. Pada 1 daun majemuk semua anak daun terjadi bersama-sama dan biasanya runtuh bersama-sama pula, sedang suatu cabang dengan daun-daun tunggal mempunya daun yang tak sama umur maupun besarnya, dan tidak runtuh bersama-sama.
  2. Daun majemuk mempunyai pertumbuhan yang terbatas seperti daun tunggal, artinya tidak bertambah panjang lagi dan ujungnya tidak menyerupai kuncup. Suatu cabang biasanya selalu bertambah panjang dan mempunyai kuncup di ujungnya.
  3. Pada daun majemuk tidak akan terdapat kuncup dalam ketiak anak daun, sedangkan pada suatu cabang biasanya dalam ketiak daunnya terdapat 1 atau lebih kuncup.

Walaupun demikian, perlu pemeriksaan secara seksama agar tidak menyesatkan, misalnya:
  1. Mempunyai daun majemuk yang memperlihatkan pertumbuhan memanjang sampai agak lama sehingga anak daunnya mempunyai umur yang berbeda, dan tidak luruh berbarengan. Sering terlihat anak daun pada pangkal ibu tangkai sudah runtuh, sedangkan pada ujungnya ada anak daun yang masih muda dan terlihat segar (masih hijau). Misalnya pada pohon Cerme (Phyllanthus acidus Skeels)
    dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.).
  2. Terdapat cabang-cabang dengan daun tunggal yang berseling, yang tumbuh mendatar dari batang pokok dan terbatas pertumbuhannya (tidak bertambah panjang lagi). Cabang-cabang berdaun ini seperti daun majemuk tetapi bukan, karena dari ketiak-ketiaknya pada waktu tertentu akan tampak keluar bunga yang kemudian menjadi buah. Jika itu daun majemuk maka tidak mungkin ditemukan bunga atau buah. Misalnya pada tumbuhan Meniran (Phyllanthus niruri L.)
    dan Katu (Sauropus androgynus Merr.).

Daun majemuk menurut susunan anak daun pada ibu tangkainya dibedakan menjadi 4 golongan:
  1. Daun Majemuk Menyirip (pinnatus)
  2. Daun Majemuk Menjari (palmatus)
  3. Daun Majemuk Bangun Kaki (pedatus)
  4. Daun Majemuk Campuran (digitato pinnatus)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Daun Majemuk Menyirip (Pinnatus)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ialah daun majemuk yang anak daunnya terdapat di kanan kiri ibu tangkai daun, seperti sirip ikan. Daun majemuk menyirip dibedakan menjadi:
  1. Daun Majemuk Menyirip Beranak Daun Satu (unifoliolatus). Terlihat seperti daun tunggal tetapi bukan, karena ada persendian (articulatio) pada tangkai daun sehingga helaian daun tidak langsung terdapat pada ibu tangkai. Daun ini sebenarnya mempunyai lebih dari 1 helaian daun, namun daun yang lain telah tereduksi sehingga tinggal 1 anak daun saja. Contohnya pada daun Jeruk Besar (Citrus maxima Merr.), Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Sw.), dll.
  2. Daun Majemuk Menyirip Genap (abrupte pinnatus). Biasanya terdapat sejumlah anak daun yang berpasangan di kanan kiri ibu tulang, sehingga anak daunnya berjumlah genap. Akan tetapi, mengingat bahwa pada suatu daun majemuk menyirip anak-anak daun tidak selalu berpasangan, maka untuk menentukan daun majemuk menyirip ganda atau bukan dilihat ujung ibu tangkainya, bukan jumlah anak daunnya. Jika ujung ibu tangkai terputus (pada ujung ibu tangkai tidak terdapat anak daun) sehingga ujung ibu tangkai bebas, atau kadang tertutup oleh pucuk kecil yang mudah runtuh, maka berarti bahwa daun tersebut menyirip ganda. Oleh karena itu daun majemuk menyirip ganda mungkin juga mempunyai jumlah anak daun yang gasal (ganjil). Contoh tumbuhan dengan daun majemuk menyirip ganda dengan jumlah anak daunnya genap adalah Pohon Asam (Tamarindus indica L.).
    Contoh tumbuhan dengan daun majemuk menyirip ganda dengan jumlah anak daunnya gasal adalah daun Kepulasan (Nepphelium mutabile B.).
  3. Daun Majemuk Menyirip Gasal (imparipinnatus). Pedomannya adalah ada tidaknya anak daun yang menutup ujung ibu tangkainya. Ditinjau dari jumlah anak daunnya, akan didapati jumlah yang gasal jika berpasangan, sedang di ujung ibu tangkai terdapat anak daun yang tersendiri (biasanya lebih besar dari yang lainnya), misalnya pada daun Pacar Cina (Aglaia odorata Lour.)
    dan Mawar (Rosa sp.). Sebagai kebalikan 
    daun majemuk menyirip ganda yang dapat mempunya jumlah anak daun yang gasal, daun majemuk menyirip gasal dapat pula mempunyai jumlah anak daun yang genap, seperti pada Pacar Cina.

Daun majemuk menyirip menurut duduknya anak daun pada ibu tangkai dan besar kecilnya anak daun dibedakan dalam:
  1. Daun Majemuk Menyirip Berpasangan, jika duduknya anak daun pada ibu tangkai berhadap-hadapan.
  2. Daun Majemuk Menyirip Berseling, jika duduknya anak daun pada ibu tangkai berseling.
  3. Daun Majemuk Menyirip Berselang-seling (interrupte pinnatus), jika duduknya anak daun pada ibu tangkai berpasangan berselang-seling anak daun yang lebar dengan anak daun yang sempit. Misalnya pada daun Tomat (Solanum lycopersicum L.).

Pada daun majemuk dapat pula terlihat bahwa anak daun tidak langsung duduk pada ibu tangkainya melainkan pada cabang ibu tangkai, disebut Daun Majemuk Rangkap/Ganda. Biasanya hanya daun majemuk menyiriplah yang mempunyai sifat tersebut, sehingga jika ada daun majemuk ganda, biasanya adalah daun majemuk menyirip.
Daun majemuk menyirip ganda dibedakan menurut letak anak daun pada cabang tingkat ke berapa dari ibu tangkainya:
  1. Daun Majemuk Menyirip Ganda 2 (bipinnatus), jika anak daun duduk pada cabang tangkat 1 dari ibu tangkai.
  2. Daun Majemuk Menyirip Ganda 3 (tripinnatus), jika anak daun duduk pada cabang tangkat 2 dari ibu tangkai.
  3. Daun Majemuk Menyirip Ganda 4, dan seterusnya.

Daun majemuk menyirip ganda dibedakan lagi dalam:
  1. Daun Majemuk Menyirip Ganda Sempurna, jika tidak ada 1 anak daun pun yang duduk pada ibu tangkainya. Biasanya hanya pada daun majemuk menyirip genap.
  2. Daun Majemuk Menyirip Ganda Tidak Sempurna, jika masih ada anak daun yang duduk langsung pada ibu tangkainya. Biasanya hanya pada daun majemuk menyirip gasal.

Beberapa contoh daun menyirip ganda:
  1. Daun Majemuk Menyirip Genap Ganda 2 Sempurna, misalnya pada daun Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima Sw.).
  2. Daun Majemuk Menyirip Gasal Ganda 2 Tidak Sempurna, misalnya pada daun Kirinyu (Sambucus javanica Bl.).
  3. Daun Majemuk Menyirip Gasal Rangkap 3 Tidak Sempurna, misalnya pada daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.).

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daun Majemuk Menjari (Palmatus/Digitatus)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ialah daun majemuk yang semua anak daunnya tersusun memencar dapa ujung ibu tangkai seperti letaknya jari-jari pada tangan. Berdasarkan jumlah anak daunnya dibedakan menjadi:

  1. Daun Majemuk Menjari Beranak Daun 2 (bifoliolatus), pada ujung ibu tangkai terdapat 2 anak daun. Misalnya pada daun Nam-nam (Cynometra cauliflora L.).
  2. Daun Majemuk Menjari Beranak Daun 3 (trifoliolatus)pada ujung ibu tangkai terdapat 3 anak daun. Misalnya pada pohon Para (Hevea brasiliensis Muell.).
    Catatan: Daun majemuk menjari beranak daun 3 dapat pula dijumpai pada daun majemuk menyirip, misalnya pada daun Kacang Panjang (Vigna sinensis Endl.). Untuk membedakan apakah menyirip atau menjari, harus diteliti mengenai letak pertemuan ketiga tangkai anak daunnya. Jika semua bertemu pada 1 titik (ujung ibu tangkai) berarti menjari, jika tidak berarti menyirip. Untuk lebih jelas, bandingkan antara daun Para dengan daun Kacang Panjang.
  3. Daun Majemuk Menjari Beranak Daun 5 (quinquefoliolatus)pada ujung ibu tangkai terdapat 5 anak daun. Misalnya pada daun Maman (Gynandropsis pentaphylla D.C.).
  4. Daun Majemuk Menjari Beranak Daun 7 (septemfoliolatus)pada ujung ibu tangkai terdapat 7 anak daun. Misalnya pada daun Randu (Ceiba pentandra Gaertn.).
  5. Daun Majemuk Menjari Beranak Daun Banyak (polyfoliolatus)pada ujung ibu tangkai terdapat ≥7 anak daun. Misalnya pada daun Randu (Ceiba pentandra Gaerthn.).

Daun majemuk menjari dapat bersifat ganda, misalnya Daun Majemuk Menjari Beranak Daun 3 Ganda 2 (biternatus), pada daun Aegopodium dan Aquilegia vulgaris.



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daun Majemuk Bangun Kaki (Pedatus)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ialah daun majemuk yang mempunya susunan daun seperti daun majemuk menjari, tetapi 2 anak daun paling pinggir tidak duduk pada ibu tangkai, melainkan duduk pada tangkai anak daun yang disampingnya. Misalnya pada Ariceae (Arisaema filiforme).



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daun Majemuk Campuran (Digitatopinnatus)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ialah daun majemuk ganda yang mempunyai cabang-cabang ibu tangkai memencar seperti jari dan terdapat pada ujung ibu tangkai daun, tetapi pada cabang-cabang ibu tangkai terdapat anak-anak daun yang tersusun menyirip. Daun majemuk campuran merupakan campuran antara daun majemuk menjari dan menyirip. Contohnya pada daun Puteri Malu (Mimosa Pudica L.).

Jika diteliti lebih detail, daun Puteri Malu bukan merupakan daun majemuk campuran sejati, tetapi adalah daun majemuk menyirip genap ganda 2 sempurna. Hanya saja letak kedua pasang cabang ibu tangkainya sangat dekat satu sama lain, hingga seakan-akan terdapat 4 cabang tangkai pada ujung ibu tangkai daunnya.