Sifat dan Tugas Khusus Akar

Posted by Nursaptia Purwa Asmara on Tuesday, March 10, 2015 with 2 comments
Berhubungan dengan cara-cara hidup yang harus menyesuaikan keadaan-keadaan tertentu, pada berbagai jenis tumbuhan didapati akar-akar yang mempunyai sifat dan tugas khusus, misalnya:

  1. Akar Udara/Gantung (radix aereus). Yaitu akar yang keluar dari bagian-bagian da atas tanah, menggantung di udara dan tumbuh ke arah tanah. Bergantung pada tingginya tempat permukaan keluarnya, akar gantung dapat sangat panjang (sampai 30 meter). Selama masih menggantung akar ini hanya dapat menyerap air dan gas-gas dari udara, seringkali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air/udara yang disebut velamen, misalnya akar Angrek Kala Jengking (Arachnis aeris)
    tetapi setelah mencapai tanah bagian yang masuk tanah lalu mempunyai fungsi seperti akar (menyerap air dan zat makanan dari tanah). Bagian yang ada di atas tanah seringkali berubah menjadi batang. Misalnya pada Beringin (Ficus benjamina L.).
  2. Akar Penggerek/Penghisap (haustorium). Yaitu akar yang terdapat pada tumbuhan yang hidup sebagai parasit dan berguna untuk menyerap air dan zat makanan dari tumbuhan inangnya, misalnya pada Benalu (Loranthus), yang berupa akar penggerek yang menembus kulit batang inangnya sampai ke bagian kayu.
    Dapat pula hanya merupakan akar-akar yang pendek yang melekat pada tuan rumahnya, tetapi juga menghisap air dan zat-zat makanan. Misalnya pada Endak-endak Cacing (Cuscutha australia R.Br.).
  3. Akar Pelekat (radix adligans). Yaitu akar-akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk menempel pada penunjangnya saja. Misalnya pada Lada (Piper nigrum L.),
    dan pada Sirih (Piper betle L.).
  4. Akar Pembelit (cirrhus radicalis). Yaitu seperti akar pelekat tetapi dengan memeluk penunjangnya. Misalnya pada Panili (Vanilla planifolia Andr.).
  5. Akar Napas (pneumatophora). Yaitu cabang-cabang akar yang tumbuh tegak lurus ke atas hingga muncul dari permukaan tanah atau air tempat tumbuhnya tumbuhan. Akar ini mempunyai banyak liang-liang atau celah-celah (pneumathoda) untuk jalan masuknya udara yang diperlukan dalam pernapasan karena tumbuhan ini biasanya hidup di tempat-tempat yang di dalam tanah sangat kekurangan oksigen. Misalnya pada Bogem (Sonneratia)
    dan pada Kayu Api (Avicennia).
  6. Akar Tunjang. Yaitu akar-akar yang tumbuh dari bagian bawah batang ke segala arah dan seakan-akan menunjang batang agar tidak rebah, karena batang tumbuhan jenis ini terdapat di atas tanah atau air dan batang beserta akar-akar tunjang ini memberi kesan seperti orang naik ke atas egrang, karena itu sering juga disebut akar egrang. Akar ini juga terdapat pada tumbuhan yang hidup di tempat yang di dalam tanah atau air kekurangan oksigen sehingga akar-akar ini selain menunjang batangnya juga berguna untuk pengambilan oksigen dari udara, yaitu bagian akar yang berada di atas tanah atau air. Misalnya pada Pandan (Pandanus tectorius Sol.)
    dan pada Bakau (Rhizophora conjugata L.).
  7. Akar Lutut. Yaitu akar yang tumbuh ke atas kemudian membengkok masuk ke dalam tanah, sehingga membentuk gambaran seperti lutut yang dibengkokkan. Seperti halnya akar napas, akar ini terdapat pada tumbuhan yang tumbuh di tepi pantai yang rendah berlumpur, dan berguna untuk bernapas. Misalnya pada pohon Tanjang (Bruguiera parvifolia W. et A.).
  8. Akar Banir. Yaitu akar yang berbentuk seperti papan-papan yang diletakkan miring untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar. Misalnya pada Sukun (Artocarpus communis G. Forst.) dan pada Kenari (Canarium commune L.).